Halo Pemuda, Sudahkah Minum Kombantrin Hari Ini?

Sudah lama tidak nyinyir, jadi saya coba nyinyir lagi biar nggak bodoh.

Hari ini peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dulu pemuda bersumpah garis besarnya membela tanah air, menjadi tanah air, mengasihi tanah air, berbudaya tanah air, berbahasa tanah air, apapun berembelkan tanah air. Kini pemuda bersumpah demi gaya hidup, tanah air bangsa lain, dan serba berbangsa lain.

Pemuda ibarat cacingan, makanya saya menyapa, sudah minum kombantrin hari ini? Kok sepertinya semakin blingsatan tanpa kegiatan, makanya demo dan tawuran menjadi hobi dan trend masa kini. Pemuda dari SMP sampai kuliah, senang sekali diprovokasi. Demo dan tawuran jadi aksi unjuk gigi. Pemuda masa kini cacingan, blingsatan kepingin sekali dilihat gelora kepemudaannya.

Layaknya jagoan salah gaul, membunuh demi gengsi atau demi membela gadis gebetan, tawuran jadi jurus wajib biar dunia tahu pemuda perkasa. Mulutnya nyerocos sumpah serapah, dari bangsat sampai nama-nama hewan, air liur ibarat hujan moncrot kemana-mana, tangannya pegang rantai, samurai, segala benda-benda tajam ataupun tumpul yang bisa dipakai saling hantam. Seragamnya putih-abu-abu, celana cingkrang, kemeja pas body, kaos kutang nyembul ala mas Boy dan Kendi.

Yang lebih dewasa adalah pemuda mahasiswa. Caranya ada lewat aksi bungkam, mogok makan, sampai mengganggu lalu lintas dengan keanarkisan yang digadang sebagai aksi membela rakyat. Rakyat, mahasiswa, media, pejabat jadi dikotakkan sebagai profesi dan gengsi. Mahasiswa suka berteriak disatu sisi gampang sekali diimingi gelar keabadian. Uang masih menadang orang tua, kegiatan perkuliahan dalam kelas dijadikan kamar tidur baru, atau kalau bosan sekalian permisi ke belakang nenggak apapun yang bisa ditenggak, atau biasa mejeng di perkotaan sekedar berbudaya ngopi a.k.a cangkrukan.

Pemuda itu menjadi remeh karna kini hanya tahu menuntut hak tapi enggan bicara kewajiban. Pemuda jadi santapan lezat agency kebejatan. Pemuda jadi makhluk paling tidak berbudaya yang mengaku berbudaya, paling tidak peduli tapi mengaku peduli, paling tidak mengerti tapi berteriak paling memahami. Pemuda jadi manusia yang mengaku paling berpendidikan disaat berkelakuan liar layaknya binatang.

Ini pemuda di tahun 2012, 10 tahun mendatang mungkin binatang yang jadi penghuni dunia.

Salam evaluasi, salam kasih.

NAD

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

WWW.NAWAK-EWED.COM

SEGALA INFO TENTANG KOTA MALANG ADA DISINI

Nugrosinema

A blog from a moviefreak to moviegeeks

Mono no aware

"Welcome to the island of the misfit toys"

Sajak Salju, yang akhirnya mencair juga

Kumpulan tulisan tak terbatas waktu

Art8amby's Blog

We love magazine covers, ad campaigns, fashion, movie posters & models !! We will post everything that we like & love ;)

fyrafix.com {vintage + handmade}

Andiemakkawaru

Photography I Filmmaking

FASHION SLOP

Singapore Fashion Blog bringing you an essential collection of fashion news, fashion editorials, ad campaigns, street style, personal style and a dose of the Singapore fashion scene -with his two cents' worth

indonesiawayang.com

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

Sweta Rohita

"Ketika Hidup Menantangmu, Berikan Senyumanmu dan Berjuang!"

Racikan Kata

Dara Prayoga, dan konspirasi semesta di sekitarnya

Armadina's Blog

I write what I love to write

MalangSUMUK

Suara Malang Untuk 'Kamu'!

Jorfi Jecki Photo Blog

Email : jorfijecki@gmail.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: